Lokasi Tambang Batu Bara Rawan Kebakaran

Lokasi Tambang Batu Bara Rawan Kebakaran

- detikNews
Senin, 14 Jun 2010 08:44 WIB
Jakarta - Banyak peneliti muda Indonesia yang berprestasi di negara luar. Salah satunya adalah Dr Suhendra yang sehari-hari bekerja sebagai peneliti di BAM, Berlin, Jerman. Pakar explosive material ini menyebut lokasi tambang batu bara di dunia rawan  kebakaran.

"Berbagai lokasi pertambangan batu bara di dunia rawan akan kebakaran, tidak terkecuali Indonesia," ujar Suhendra.

Penanganan kebakaran di daerah pertambangan batu bara ini penting dilakukan karena berefek pada fluktuasi emisi karbon seperti yang terjadi di Cina, negara yang menjadi lokasi penelitiannya. Lebih jauh Suhendra menjelaskan, penelitian tersebut tidak hanya menangani kebakaran saja, tapi juga berupaya mengubah panas dari api kebakaran menjadi suatu energi yang dapat dimanfaatkan.

Dr Suhendra adalah salah satu dari ilmuwan berprestasi Indonesia yang karyanya telah diakui negara negara lain. Ia tergabung dalam Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4) mempresentasikan penelitiannya di Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia hari Kamis 10 Juni yang lalu. Dalam kesempatan itu pula, Dr Suhendra menawarkan akses kepada para ilmuwan di Indonesia untuk menggunakan peralatan di laboratoriumnya yang dapat digunakan untuk pengujian sampel penelitian.

Rencananya, pada bulan Oktober mendatang,  Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4) akan mengadakan Renews 2010 di Berlin. Suhendra mengundang seluruh para ilmuwan untuk dapat berpartisipasi dalam acara tersebut.

Diskusi ilmiah ini dihadiri oleh puluhan ilmuwan lokal Indonesia di bidang Energi terbaharukan, dan acara ini dibuka oleh pelaksana harian Deputi Bidang Program Riptek, Hari Purwanto.

Menurut Hari Purwanto, kegiatan seperti ini harus sering dilaksanakan untuk mempertemukan ilmuwan Indonesia di luar negeri dengan ilmuwan Indonesia di dalam negeri untuk bertukar ide dan sharing informasi hingga kolaborasi untuk melakukan penelitian bersama demi kemajuan keilmuan Indonesia.

(fiq/nrl)


Berita Terkait