Seperti dikutip dari AFP, Senin (14/6/2010), terdapat 80.000 orang etnis Uzbek mengungsi. Kebanyakan dari pengungsi adalah perempuan dan anak-anak.
Pengungsi telah melarikan diri setelah tragedi kekerasan melanda wilayah Osh, kota terbesar kedua di bagian selatan.Β Wilayah kota kini berubah menjadi daerah perang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika kita tidak mengambil tindakan yang tepat dan efektif, kerusuhan itu bisa menjadi jauh lebih serius dan turun menjadi konflik regional," kata Roza.
Sementara, beberapa warga etnis Uzbek panik sambil melarikan diri. Beberapa di antara mereka telah kehilangan keluarganya.
Β
"Mereka membunuh kami (warga) Uzbek, satu demi satu!" kata salah seorang pengungsi Rani (51) di rumahnya di wilayah Osh.
"Aku melarikan diri. Aku tidak tahu apa yang terjadi pada anak-anak dan cucu-cucuku," ungkapnya.
Konflik ini memanas setelah Presiden Kyrgystan Kurmanbek Bakiyev digulingkan April lalu, padahal mayoritas warga Kyrgystan mendukung Bakiyev. Uzbekistan sendiri mendukung Presiden Kyrgystan sementara saat ini Roza Otunbayeva.
(ape/fiq)











































