Asyik Nonton Piala Dunia, Longsor Melanda

Asyik Nonton Piala Dunia, Longsor Melanda

- detikNews
Minggu, 13 Jun 2010 18:30 WIB
Ambon - Hujan lebat dalam dua hari terakhir, merendam ratusan rumah warga di sejumlah kecamatan di Kota Ambon dan menimbulkan longsor. Satu keluarga ditimpa longsor ketika sedang menonton Piala Dunia.

Data yang dikumpulkan detikcom, Minggu (13/6/2010) di wilayah perumahan BTN Hative Kecil, Kecamatan Teluk Ambon Baguala, dua rumah ambruk tertimpa tanah longsor. Keluarga Oce Soulisa dan Sumbung hanya bias menatap bekas rumah mereka yang sudah tertimbun tanah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian harta diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Sedangkan, di daerah Air Kuning, Kecamatan Sirimau, dua bocah bernasib naas. Kedua bocah kakak beradik ini tewas tertimbun tanah longsor saat sedang tertidur lelap. Jasad Riyan (1 thn) dan Fahril (3 tahun), ditemukan saat warga dan keluarga membantu menggali tanah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat peristiwa itu terjadi, orang tua kedua bocah tengah asyik menonton tayangan Piala Dunia antar Argentina versus Nigeria. Bukan itu saja, kakak kedua bocah berumur tiga belas tahun juga ikut tertimbun, namun sempat bisa tertolong.

"Saya sedang menonton TV, siaran piala dunia, jadi tidak mengetahui akan datang bahaya. Saya hanya bisa pasrah," ujar Azwin Bugis, bapak kedua bocah naas itu.

Sementara di daerah Kampung Gadihu, dilaporkan satu rumah milik keluarga Suneth tertimbun tanah longsor. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Peristiwa yang sama juga terjadi daerah Batu Merah, tepatnya di Gang Banjo. Empat rumah warga di lokasi ini tertimbun tanah longsor. Peristiwa ini juga terjadi sekitar pukul 23.00 WIT, tadi malam. Belum diketahu pasti korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian diperkirakan akibat peristiwa ini mencapai ratusan juta rupiah.

Banjir Dua Meter

Ratusan rumah di wilayah Desa Batu Merah, Ambon, seperti di Batu Merah Dalam, Kawasan Ahuru, dan Airbesar, sejak tadi malam hingga Minggu (13/6/2010) pagi tadi terendam banjir. Banjir yang di beberapa tempat itu mencapai ketinggian empat meter terjadi akibat meluapnya sungai Wai Hatukau setelah diguyur hujan sejak tadi malam.

Hingga siang ini warga masih berusaha mengevakuasi sejumlah barang mereka yang masih bisa diselamatkan. Meski tidak ada korban jiwa sejumlah rumah dan barang milik warga rusak diterjang banjir.

Banjir yang sama juga terjadi di daerah Ahuru, kecamatan Sirimau. Warga yang tinggal di kawasan ini, sejak tadi malam tidak bisa tidur, karena rumahnya tergenang air setinggi tiga meter. Bahkan untuk menyelematkan diri, sebagian warga memilik mengungsi ke rumah sanak keluarganya terdekat. Sedangkan sebagian warga lagi, terutama laki-laki tetap memilih bertahan di rumah masing-masing.

Berdasarkan data sementara dari Dinas Sosial Maluku, ada delapan kawasan yang terkena banjir dan longsor, yaitu Batu Merah Dalam, Kebun Cengkeh, Skip, Karang Panjang, Belakang Soya, dan Batu Meja di Kecamatan Sirimau dan Air Salobar dan Waihaong di Kecamatan Nusaniwe.

BMKG Ambon memperkirakan itensitas hujan yang masih cukup tinggi akan terjadi hingga satu minggu ke depan. Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan tebing diminta untuk berhati-hati untuk menghindari bencana banjir dan tanah longsor.

(han/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads