ICW Minta BPK Segera Audit Perusahaan yang Setor ke Gayus

ICW Minta BPK Segera Audit Perusahaan yang Setor ke Gayus

- detikNews
Minggu, 13 Jun 2010 17:58 WIB
ICW Minta BPK Segera Audit Perusahaan yang Setor ke Gayus
Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) didesak untuk mengaudit perusahaan-perusahaan yang diduga menyetor duit ke mantan pegawai Ditjen Pajak Gayus Tambunan. Audit dilakukan untuk mencari bukti apakah ada manipulasi pajak.

"Menurut saya harus ada audit khusus oleh BPK terhadap perusahan-perusahaan yang ditangani Gayus," kata Peneliti Hukum ICW Febri Diansyah kepada wartawan di kantornya, Kalibata, Jaksel, Minggu (12/6/2010).

Febri menjelaskan, polisi sudah bisa memanggil perusahaan-perusahaan tersebut untuk dimintai keterangan. Sementara, biarkan proses audit BPK berjalan mencari informasi soal dugaan adanya aliran dana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aku dengar Menkeu (Menteri Keuangan) kemarin sudah bersedia untuk membuka, jadi itu harus disambut kepolisian. Tapi yang audit BPK bukan kepolisian agar bisa melihat lebih jauh ada tidak manipulasi pajak ini. Dibuka data wajib pajaknya," tukas Febri.

Pentingnya audit BPK, kata Febri, untuk melihat apakah ada manipulasi pajak yang dilakukan oleh Gayus. Dari hasil audit akan terlihat berapa jumlah kerugian negara.

"Audit BPK digunakan untuk melihat berapa kerugian negara di sana. Kalau manipulasi pajaknya diketahui jumlahnya berapa. Dari situ kan kerugian negara bisa diketahui," tandasnya.

Menurut Febri, perusahaan yang menyetorkan duit ke rekening Gayus bisa dijerat UU Tipikor. Sebab, penyuap dan penerima memiliki porsi yang sama dalam tindak pidana suap.

"Kalau di dalam suap, pemberi dan penerima sama-sama kena," imbuh lulusan FH UGM ini.

Sebelumnya, dalam pengakuan Gayus ke penyidik menyeret sejumlah perusahaan antara lain PT Kaltim Prima Coal, PT Arutmin, dan PT Bumi Resources yang merupakan Grup Bakrie. Selain itu juga perusahaan lainnya yakni PT Exelcomindo dan PT Indocement.

Namun semua perusahaan itu membantah pengakuan Gayus. Mereka mengaku tidak pernah berhubungan dengan Gayus. Demikian pula Aburizal Bakrie menolak namanya dikaitkan dengan perusahaan itu, karena perusahaan tersebut sudah menjadi milik publik.


(ape/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads