PDIP Sambut Baik Usulan Listrik Gratis untuk Rakyat Miskin

PDIP Sambut Baik Usulan Listrik Gratis untuk Rakyat Miskin

- detikNews
Minggu, 13 Jun 2010 12:44 WIB
PDIP Sambut Baik Usulan Listrik Gratis untuk Rakyat Miskin
Jakarta - Dukungan terhadap usulan Dirut PLN Dahlan Iskan yang ingin menggratiskan listrik untuk orang miskin, terus mengalir. Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo menilai usulan Dahlan bisa diterima DPR agar rakyat bawah bisa merasakan langsung konsep kesejahteraan yang diusulkan pemerintah.

"FPDIP menyambut baik usulan Dirut PLN agar beban tagihan listrik 450 Watt ke bawah, dibebaskan tagihan. Toh anggarannya sekitar Rp 1,4 triliun, lebih baik dialokasikan kenaikan di sektor lain dan masyarakat bawah menikmati kesejahteraaan yang riil dari beban tagihan listrik," kata Tjahjo kepada detikcom, Minggu (13/6/2010).

Menurut ketua FPDIP DPR ini, usulan yang bagus tersebut harus benar-benar diperjuangankan oleh Dahlan agar tidak hanya menjadi wacana. Sebab sampai saat ini, setiap ada usulan yang berpihak kepada rakyat kecil selalu menuai penolakan dari sektor lain akibat egoisme sektoral.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hanya saja masalah egoisme sektoral pemerintah antar instansi belum nampak kalau memikirkan kepentingan masyarakat bawah. Harusnya mereka punya komitmen yang sama," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Dirut Utama PLN Dahlan Iskan menantang para politisi di Senayan untuk menggratiskan masyarakat miskin mendapatkan aliran listrik.

Dasar usulan Dahlan adalah dengan memberikan seluruh subsidi kepada golongan masyarakat miskin (pengguna 450 MW) dan pembayaran normal atau sebesar biaya produksi listrik (Rp 1.000 per kwh) oleh golongan lain. Maka PT PLN akan kehilangan dana sebesar Rp 1,5 triliun tetapi dapat penerimaan sekitar Rp 30 triliun.

"Saya challenge (tantang) ke DPR, kenapa yang miskin nggak dikasih gratis. Biarin saya dibilang gila, tapi kalau mau mementingkan yang miskin ya dikasih gratis saja," tegasnya dalam forum dengan wartawan di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Sabtu (12/6/2010) kemarin.

(yid/fay)


Berita Terkait