"Ibas sedang dipersiapkan menjadi penerus keluarga Cikeas di bidang politik. Dia dibina, dilatih, dan dipersiapkan untuk menjadi orang penting di Demokrat dan di negeri ini," kata pengamat politik dari Indo Barometer M Qodari kepada detikcom, Jumat (11/6/2010).
Menurut Qodari, penempatan Ibas di posisi penting nomor 2 setelah ketua umum PD itu sama saja dengan penempatan beberapa anak pendiri partai di negeri ini. Hal itu dilakukan agar garis keturunan politik dari sang tokoh tidak mati. Bahkan kalau bisa, menjadi penerus karir politik sang bapak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, upaya penyiapan Ibas menjadi penerus keluarga Cikeas di bidang politik ini akan mengalami banyak dinamika. Mengingat, posisi Ibas yang kemarin mendukung Andi dalam Kongres dan saat ini harus bekerjasama dengan Anas sebagai ketua umum terpilih.
"Relasi Anas dengan Ibas, saya kira akan banyak mengalami dinamika. Awalnya tidak terlalu mulus, karena kalau kita baca, yang diplot jadi ketua umum kan Andi, Ibas sekjen. Ternyata Anas yang menang, apakah Anas akan menjadi mentor Ibas sebagaimana yang dijanjikan Andi jika terpilih," paparnya.
Yang pasti, lanjut Qodari, proses penyusunan pengurus PD kali ini terlihat mengalami proses tarik ulur. Hal itu disebabkan banyaknya keinginan mengakomodir semua kekuatan dari para kandidat yang kalah dalam Kongres kemarin.
Qodari menilai terlalu jauh, jika menilai penempatan anak bungsu SBY sebagai sekjen, untuk kaderisasi sebagai capres di masa mendatang
"Masih terlalu jauh kalau membaca itu saat ini, akan terlalu spekulatif. Yang pasti Ibas akan dipersiapkan menjadi penerus di bidang politik. Dia akan dipersiapkan betul soal komunikasi publik, menjadi pemimpin yang baik dan sebagainya," tegasnya.
(yid/fay)










































