Demikian disampaikan Bendesa Pakraman Desa Yehembang, Jembrana Ida Bagus Legawa, di sela-sela ritual Pecaruan, Jumat (11/6/2010).
"Saat diinterogasi, anak ini merasa melihat wanita cantik. Ia pun merasa seperti terbang. Ia merasa tidak melakukan persetubuhan itu dengan sapi melainkan dengan wanita cantik," kata Legawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Legawa menambahkan dengan kondisi alam yang penuh nuansa niskala tersebut, persetubuhan GA dengan sapi tidak mungkin didorong atas nafsu dan kesengajaan pelaku.
"Secara logika, pelaku yang bertubuh pendek (160 cm) tidak mungkin alat kelaminnya bisa menyentuh kelamin sapi. Terlebih persetubuhan itu dilakukan dengan posisi berdiri," kata Legawa.
Bahkan, saat persetubuhan itu berlangsung, adiknya yang ikut mencari ikan, tidak melihat GA bersetubuh dengan sapi. "Anak saya melihat kakaknya hanya duduk beristirahat," kata ibu GA.
Namun, saksi mata Gusti Ngurah Dinar yang tengah melintas di tepi pantai menyaksikan langsung GA sedang asik bergumul dengan sapi milik Wayan Yasa.
(djo/djo)











































