Lince Harianja, salah seorang warga yang menjadi korban mengatakan, api berasal dari kompresor bengkel milik Marbun. Kebakaran dipicu ledakan kompresor saat mengisi angin ban sebuah angkutan kota. Tiba-tiba terjadi percikan api.
"Percikan api dari kompresor itu langsung menyambar bensin yang ada di depan bengkel. Api kemudian membakar dinding bengkel dan menjalar ke rumah lainnya," kata Lince.
Takut api menjalar ke rumah warga, mahasiswa yang indekos panik dan berusaha menyelamatkan barang-barang keluar rumah. Akibatnya, Jl. Slamet Ketaren sempat macet karena penghuni rumah menempatkan lemari dan barang-barang di tengah jalan.
Untuk memadamkan api, Petugas Pemadam Kebakaran (P2K) Deli Serdang dan Medan mengerahkan sedikitnya sepuluh unit mobil pemadam kebakaran di lokasi kejadian. Api dapat dipadamkan sekitar satu jam setelah api telihat berkobar. Akibat kebakaran ini, puluhan mahasiswa yang menyewa kamar rumah warga kehilangan tempat tinggal. (rul/)
(rul/nrl)











































