"Kita mengadakan razia terhadap preman, gelandangan dan pengamen di sejumlah tempat umum di Jakarta," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/6).
Boy mengatakan, razia tersebut merupakan kerjasama anatara kepolisian dengan Dinas Sosial. Razia tersebut dilakukan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan terhadap masyarakat yang berada di luar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuannya selain untuk mengurangi angka premanisme, juga untuk mengurangi pelecehan seksual terhadap wanita yang akhir-akhir ini terjadi," jelasnya.
Boy menambahkan, razia tersebut akan digelar selama satu bulan penuh. Razia akan dilakukan di sejumlah tempat keramaian seperti terminal, stasiun, halte, arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), pasar dan parkiran liar.
"Tempat-tempat tersebut, sangat berpotensi akan adanya preman," imbuhnya.
Boy mengkategorikan preman ini adalah setiap orang yang berpotensi mengganggu ketertiban dan kenyamanan penumpang angkutan umum atau warga lainnya yang kerap nongkrong di sejumlah tempat keramaian. Selain itu, sasaran razia adalah pengemis dan gelandangan. Para pengemis dan gelandangan, dinilai mengganggu ketertiban umum.
"Kalau mengamen terus minta uangnya memaksa kan mengganggu ketertiban umum," katanya.
Lebih jauh Boy mengatakan, hingga awal Juni, pihaknya telah mengamankan puluhan preman. Bagi preman-preman yang tidak tersangkut tindak pidana, akan diberikan pembinaan oleh Dinas Sosial.
Namun, bagi yang diketahui melakukan tindak pidana, pihaknya tetap akan memproses hukum preman tersebut. "Misalnya diketahui membawa senjata tajam, itu tetap diproses hukum," tutupnya.
(mei/nwk)











































