Namun sejauh ini Cameron belum melakukan upaya publik untuk membela posisi BP. Malahan Cameron mengungkapkan dirinya memahami kefrustrasian pemerintah AS.
"Saya sepenuhnya memahami kefrustrasian pemerintah AS dikarenakan bencana tersebut bagi lingkungan. BP perlu melakukan semampunya untuk menjernihkan situasi ini," kata Cameron seperti dilansir harian Inggris, Telegraph, Jumat (11/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentunya ini hal yang akan saya bahas dengan presiden Amerika dalam pembicaraan kami mendatang," imbuhnya.
Krisis tumpahan minyak di Teluk Meksiko disebut-sebut sebagai salah satu sejarah terburuk di AS. Tumpahan minyak itu diawali dengan ledakan pada April lalu yang menewaskan 11 pekerja.
BP mengaku telah mengeluarkan US$ 1,43 miliar untuk mengatasi bencana tumpahan minyak tersebut termasuk kompensasi. BP kemungkinan masih harus mengeluarkan dana yang lebih besar untuk mengatasinya.
(ita/nrl)











































