"Yang jelas saya sudah memberikan surat edaran yang sifatnya imbauan agar masing-masing sekolah melakukan pembinaan. Salah satunya ya razia itu (HP) bisa saja," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto pada detikcom, Jumat (11/6/2010).
Meski begitu, lanjut Taufik, balik lagi kepada pihak sekolah apakah mau melakukan razia apa tidak. Karena sekolah tetap pihak yang berwenang untuk melakukan razia HP pelajar tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau yang dirazia hanya HP di sekolah, tapi mentalnya masih tetap sama, tentu pelajar tersebut bisa saja akan mencari gambar lain di luar sekolah," jelasnya.
Menurut Taufik, sampai sekarang memang pihaknya belum menerima laporan ada sekolah yang melakukan razia HP terkait video porno Ariel.
Taufik mengatakan, sebenarnya pelajar juga tetap membutuhkan akses teknologi informasi. Di sisi lain memang ada dampak negatif dalam teknologi itu. Karena itu pihaknya meminta kepolisian agar mengungkap kasus ini hingga tuntas karena artis-artis yang ada di dalam video porno tersebut termasuk artis yang tengah digandrungi pelajar.
"Kepolisian segera usut kasus ini. Benar tidak artis-artis yang digandrungi para remaja khususnya pelajar itu ada di video itu. Pelajar pasti ingin melihat," imbuhnya.
(gus/nrl)











































