Sebab rumah orangtuanya turut ludes beserta uang tabungan Rp 3,5 juta yang sedianya akan dibayar untuk uang pangkal.
"Uang untuk uang pangkal anak saya sampai habis. Sahrul ingin masuk STM, saya nabung sedikit-sedikit eh kena kebakaran," kata Rahman (40) orang tua Sahrul di lokasi kebakaran, RT 6 / RW5, Krendeng Barat, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (11/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari rumah Ijah, ditengarai api bermula. Dari rumah petak yang kini diberi garis polisi tersebut api menjalar dari rumah bagian belakang. Tepat pukul 00.00 WIB semalam, api membesar dan menyambar 21 rumah di dekatnya. Rumah tersebut dihuni oleh 55 kepala keluarga atau 225 jiwa.
"Kalau saya habis semuanya. Adik saya Dayat (37) habis sepeda onthelnya. Sepeda itu buat ojek sepeda sehari-hari," ucap Sahrul sembari bergegas mengambil bantuan baju bekas dari masyarakat.
(Ari/nwk)











































