"Indonesia ini seperti kampung tak bertuan. Ada pemimpin, ada elit, tapi tidak dirasakan kerjanya," ujar Buya saat menyampaikan pidato sambutan dalam malam penganugerahan Maarif Award 2010 di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (10/6/2010).
Buya menilai pemerintah terlalu asyik membangun kota. Alhasil, daerah pelosok ketinggalan tak tersentuh pembangunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buya kemudian menyanjung dua penerima anugerah Maarif Award 2010, Habib S Ali Al-Habsyi dari Martapura Kalsel dan Romo Kirjito dari Magelang Jateng. Keduanya dinilai Buya telah bekerja di lapisan yang tidak terjangkau pemerintah.
"Yang kita cari orang yang cerdas hati. Orang yang memberi lilin pembangunan di desa," ujar Buya.
Buya berharap pemerintah lebih memahami rakyatnya. Tidak hanya berpolemik dalam gagasan namun langkah nyata yang diutamakan.
"Bangsa ini sangat piawai dalam rumus-merumus tapi lemah pada saatnya," kritiknya.
(van/Rez)











































