"Jangan kita permasalahkan nominalnya, tapi bagaimana program ini bisa jalan. Nominal itu konsekuensi logis dari ide dan gagasan," kata Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham, dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/6/2010).
Soal nominal, lajut Idrus, hal itu diserahkan selanjutnya pada mekanisme Badan Anggaran. Golkar juga 'merevisi' bahwa dana miliaran ini juga tidak dibawa langsung oleh anggota dewan, seperti diwacanakan sebelumnya. Melainkan sejalan dengan pendapat Presiden SBY, yakni memasukkannya dalam sistem Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional. "Apa yang disampaikan Presiden sudah sesuai koridor," kata Idrus.
Golkar memberi nama programnya itu dengan Program Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Daerah Pemilihan. Ide ini, kata Idrus, juga berangkat dari Ketua Umum Aburizal Bakrie. "Ketum sudah mengarahkan, bagaimana membangun Indonesia dari desa," kata Idrus.
(lrn/yid)











































