"Sabu dan ektasi termasuk jenis psikotropika yang mudah diproduksi di laboratorium kecil, seperti dapur," kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional (BNN) Gories Mere dalam workshop di Gedung BNN, Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (10/6/2010).
Dia menjelaskan, karena sabu dan ekstasi mudah dibuat, banyak pelaku yang memproduksi dan mengedarkannya, konsumennya pun bertambah. "Sehingga dampaknya produksi dan permintaan meningkat," terangnya.
Berdasarkan catatan BNN, Afghanistan sampai saat ini menjadi pemasok dan produsen narkotika terbesar jenis tanaman seperti opium. "70 Persen narkotika Afghanistan masuk ke Eropa. Penyelundupan masuk ke wilayah Afrika Barat seperti Nigeria," tambahnya.
(ndr/nrl)











































