"Saya kira dana Rp 1 miliar itu sama dengan kasus Rp 15 miliar. Bayangkan saja, sekarang ini ada kurang lebih 64 ribuan desa, kalau dikali Rp 1 miliar, mana kuat APBN kita. Kita rasa usulan itu tidak rasional saja," kata Sekjen PKS Anis Matta kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/6/2010).
Menurut wakil ketua DPR ini, seharusnya semua pihak termasuk Golkat berpikir bagaimana meningkatkan pendapatan negara dan pendapatan APBN. Sehingga proses pembangunan di Indonesia tidak semata-mata mengandalkan utang luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anis menilai usulan Golkar soal dana Rp 1 miliar per desa hanya membebani APBN karenanya layak ditolak. "Usulan itu sama saja membebani APBN kita yang jumlahnya kecil. Saya tidak tahu apa motifnya," tegasnya.
(yid/nrl)











































