Pria bejat itu bernama Jose Agostinho Pereira yang tinggal di sebuah desa nelayan terpencil di timur laut Brasil. Pria berumur 54 tahun itu mengurung putrinya yang kini berumur 28 tahun di gubuk mereka yang beratap jerami di desa Experimento.
Menurut seorang polisi yang terlibat dalam penangkapan Pereira, kediaman pria itu terletak di lokasi yang sangat terpencil di daerah hutan. Satu-satunya cara untuk mencapai tempat tersebut adalah dengan menggunakan perahu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pereira ditangkap pada Selasa, 8 Juni lalu dan saat ini mendekam di penjara di Kota Pinheiro, negara bagian Maranhao, sekitar 2.250 kilometer sebelah utara Rio de Janeiro.
Inspektur kepolisian Brasil, Jair Lima de Paiva mengatakan, Pereira mulai menyekap putrinya sejak sang istri meninggalkan dirinya pada tahun 1998. Ketujuh anak hasil hubungan inses tersebut berumur antara dua bulan hingga 12 tahun. Ketujuh anak tersebut juga dikurung di dalam rumah.
"Tak satu pun dari mereka dibolehkan meninggalkan rumah. Tak ada yang bisa membaca, mereka nyaris tak bisa berkomunikasi dengan orang lain," kata Paiva seperti dilansir Sydney Morning Herald, Kamis (10/6/2010).
"Mereka semua diancam akan dibunuh jika mencoba kabur atau memberitahu orang lain mengenai situasi tersebut," imbuhnya.
Dikatakan Paiva, polisi mendapat info mengenai kejahatan Pereira dari seorang penelepon tak dikenal. Setelah menerima telepon gelap tersebut, polisi dikerahkan untuk mengawasi kediaman Pereira sekitar 10 hari lalu. Setelah mengawasi selama beberapa hari barulah polisi menggerebek gubuk Pereira dan menangkap pria itu.
Saat ini putri kandung Pereira dan ketujuh anak tersebut berada dalam pengasuhan badan perlindungan pemerintah.
Kasus ini mengingatkan akan Josef Fritzl asal Austria yang telah menyekap putrinya di ruang bawah tanah selama 24 tahun. Selama kurun waktu itu, Fritzl berulang kali memperkosa putri kandungnya hingga membuahkan tujuh anak.
(ita/nrl)











































