"Partai Golkar harus komitmen dengan penegakan etika berkoalisi. Jika mayoritas anggota menyatakan tidak mendukung dengan alasan yang substansial, yaitu melanggar kebijakan keuangan negara, maka Partai Golkar sudah sewajarnya menerima kenyataan tersebut," kata Ketua DPP PAN, Bara Hasibuan, dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (10/6/2010).
Bara menambahkan, jika Partai Golkar memaksakan kehendak dengan mengancam keluar dari koalisi, maka Partai Golkar tidak punya etika koalisi. Sikap tersebut lanjut Bara, sekaligus menunjukkan Partai Golkar hanya menjadikan Setgab sebagai alat pemaksaan kehendak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bara menegaskan, PAN menjadikan janji kampanye SBY-Boediono sebagai acuan utama dalam berkoalisi, yaitu mewujudkan pemerintahan yang bersih untuk rakyat. Usulan Partai Golkar tersebut berpotensi mencederai janji kampanye.
"Jika PAN harus memilih, maka posisi PAN tetap teguh pada janji kampanye SBY-Boediono," tegas Bara.
(djo/fay)











































