"Kalau nggak nakal bukan Golkar. Golkar yang ada sekarang harusnya bersyukur dan berterimakasih diberi kepercayaan menjadi Ketua Harian Setgab, kok malah mengancam-ancam," kata Ruhut kepada detikcom, Kamis (10/6/2010).
Ruhut mengaku kecewa dengan ancaman keluar Golkar dari Setgab koalisi yang digemborkan oleh salah satu ketua DPP Golkar Yamin Tawari. Ruhut mempersilahkan Golkar keluar dengan senang hati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruhut mengingatkan Golkar bahwa tujuan awal pembentukan Setgab untuk menjaga persatuan partai koalisi. Sikap Golkar sedikit banyak menganggu bangunan koalisi. Partai Demokrat bisa mempertimbangkan partai besar lain untuk dirangkul dalam koalisi. "Kami punya sahabat PDIP. PDIP pun mau bersama kita," jelas Ruhut.
Ruhut kemudian mengimbau kader Golkar untuk tidak berbicara seenak perutnya sendiri. "Eh Golkar jangan genit-genit karena saya yakin ketua umumnya itu, Ical, dekat dengan Pak SBY," tegasnya.
Sebelumnya, seusai diskusi di DPD RI, Ketua DPP Golkar Yamin Tawari merasa partainya 'ditipu' oleh partai koalisi lainnya soal dana aspirasi Rp 15 miliar. Yamin pun melontarkan gertakan, "Jadi, apakah masih perlu Golkar di Setgab," tanyanya.
(van/yid)











































