"Harus ada hukuman. Sekolah harus membuat peraturan, kalau ketahuan diskors, atau dikeluarkan. Di Sekolah saya, pengedar vcd porno saya keluarkan. Tapi kalau cuma membawa, saya rehabilitasi," ujar pakar pendidikan, Arief Rahman, kepada detikcom, Kamis (10/6/2010).
Arief menjelaskan, biasanya pelajar yang menyimpan gambar porno mudah dikenali dari perilakunya. Rehabilitasi diyakini Arief sebagai jalan keluar agar pelajar bisa berlepas diri dari kebiasaan melihat gambar porno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arief menyakini, konten video porno yang menghebohkan itu tidak hanya dimiliki oleh pelajar, namun kalangan dewasa. Untuk itu, ia menyarankan polisi melakukan razia secara menyeluruh.
"Saya setuju dengan razia. Siapa tahu yang bawa itu (video porno) gurunya, anggota DPR. Anggota DPR kan nggak steril. Selama orang hidup dunia nggak steril dari dosa," kelakar Arief.
(ddt/irw)











































