"Rencananya kita juga mau ke sana (RS Polri Kramat Jati) untuk tes DNA. Karena kondisi Jefri pas ditemukan sudah tinggal tengkorak," kata Ujang di rumahnya Jl Joglo Raya, Gang Kubur, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (9/6/2010).
Ujang mengatakan, keluarga memang mengenal dua pelaku yakni Umar dan Idris. Karena itu keluarga tak menyangka mengapa Umar dan Idris tega membunuh Jefri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ujang, hubungan dia dengan dua pelaku baik-baik saja. Malah kedua pelaku sering membeli rokok di rumah Ujang. "Kalau memang karena masalah uang, kenapa Jefri? Padahal kan dia tahu keadaan keluarga kita," imbuhnya.
Ujang mengatakan, kedua pelaku yang meminta uang senilai Rp 35 juta dinilai permintaan yang berat bagi keluarga. Saat menerima SMS ancaman tersebut, Ujang mengaku sempat membalas. Namun pelaku malah mengancam akan membawa anak mereka yang satu lagi selain Jefri.
"Meminta uang Rp 35 juta itu berat sekali buat kita. Pernah kita balas sekali. Dia membalas lagi mengancam nanti anak kamu yang satu lagi kita tarik," tegasnya.
Jenazah Jefri kini masih berada di RS Polri. Ujang berharap jenazah anak bungsunya itu bisa dibawa ke rumah duka sehingga dimakamkan hari ini.
(gus/fay)











































