Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menyebut resolusi DK PBB kali ini merupakan sanksi yang paling berat terhadap Iran.
"Saya pikir fair untuk mengatakan bahwa ini merupakan sanksi-sanksi paling berat yang pernah dihadapi Iran," kata Hillary seperti diberitakan Al Jazeera, Rabu (9/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu individu yang menjadi target resolusi tersebut adalah Javad Rahiqi, seorang pejabat tinggi di pusat pengolahan uranium di Isfahan.
Ini akan menjadi sanksi PBB putaran keempat yang dijatuhkan terhadap Iran dalam beberapa tahun terakhir. Sanksi terakhir dijatuhkan DK PBB pada 3 Maret 2008 lalu.
(ita/nrl)











































