Buku terbitan Esensi, setebal 286 halaman ini ditulis oleh Hanum Salsabiela Rais yang merupakan putri Amien Rais. Sang penulis tahu kalau memang sudah ada banyak buku tentang tokoh reformasi itu, namun tidak ada yang bisa memberi sentuhan personal selain sang putri sendiri.
'Menapak Jejak Amien Rais' ingin mengangkat sisi lain Amien dari yang selama ini belum diketahui umum. Dalam berbagai babak kehidupan Amien Rais sepanjang buku ini, dia selalu tampil dengan karakter seorang ayah ketimbang seorang politisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan bahasa lugas dan santai, pembaca akan diajak menikmati 45 cerita dalam kehidupan Amien. Tidak ada teori-teori politik dan filsafat pemikiran kebangsaan yang berat. Semua ringan untuk dicerna karena merupakan penggalan kisah sehari-hari, tapi penuh inspirasi.
Babak pertama adalah saat Hanum kecil sampai beranjak dewasa dengan beraneka kisah bersama ayahnya. Mulai dari menjadi suporter lomba MTQ sampai menemani Hanum kecil menonton film horor.
Empat babak sisanya, mungkin menjadi bagian yang paling menarik. Ini adalah periode politik dari seorang Amien Rais, mulai dari memimpin Muhammadiyah, menggulirkan reformasi, menjadi incaran Soeharto, menjadi Ketua MPR dan kalah dalam Pilpres 2004.
Kisah ini tentu sudah sering kita baca dalam buku lain. Tapi sang penulis yang merupakan orang dalam bagi Amien Rais, mampu menampilkan kisah-kisah di balik layar dalam karir politik Amien Rais pada masa itu, yang mungkin kita belum tahu.
Buku yang disiapkan penulis sebagai hadiah ulang tahun ini pun ditutup dengan rencana Amien untuk mengisi hari tuanya, untuk diri dia, keluarga dan untuk bangsa. Terlepas dari sisi Amien Rais yang terkadang kontroversial dan penuh pro kontra, 'Menapak Jejak Amien Rais' akan melengkapi karakternya sebagai seorang ayah yang mencoba bersikap bijak dan mencoba menjadi contoh untuk orang lain dengan berbagai inspirasi.
(fay/nrl)










































