"Setahu saya masih aktif sebagai anggota. Dia sebagai bendahara," ujar Lala, kakak ipar Idris, saat ditemui wartawan di rumahnya Jl Palm, Petukangan Utara, Jakarta Selatan, Selasa (8/6/2010).Β
Menurut Lala, selain bekerja sebagai bendahara di ormas tersebut, Idris memang tidak memiliki pekerjaan tetap. Sehari-hari, jika tidak ada kerjaan, Idris suka nongkrong di markas ormas yang letaknya sekitar 100 meter dari rumah korban.Β Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu wakil ketua ormas, Bek, membantah jika Idris masih aktif. Menurutnya, jauh sebelum ada kasus penculikan terhadap Jefri, Idris sudah dikeluarkan dari keanggotaan karena tersangkut berbagai masalah.
"Sekitar 1 bulan lalu Idris sudah dikeluarkan karena sering buat masalah," ujar Bek.
Namun Bek tidak dapat menjelaskan apakah masalah yang sering dilakukan oleh Idris merupakan tindak pidana kriminal. "Dikeluarkan karena tidak imamah (taat), sering protes membantah ketua," kata Bek.
Dalam catatan kepolisian, Idris memiliki rapot merah karena pernah terlibat kasus perampokan dan penganiayaan. "Idris pernah terlibat 365 dan penganiayaan," ungkap Kasat Reskrim Jakarta Barat Kompol Tony Suryo Putro saat dihubungi wartawan.
(did/lrn)











































