Okvianto menceritakan, dia terkena tembakan saat mencoba memadamkan api yang menyala di kapal pada Senin (31/5) dinihari silam.
"Pada saat saya melepaskan air, Israel menembaki dari helikopter," kata Okvianto sesuai bertemu Presiden SBY di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (8/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat luka tembak tersebut, ada serpihan peluru yang bersarang di tubuhnya. Rencananya Okvianto pun akan menjalani operasi pada Rabu (9/6) mendatang di RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat, pukul 07.30 WIB.
"Saya besok pagi mau operasi, dua hari lalu juga sudah operasi," ujar relawan Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA) ini.
Berapa jumlah serpihan peluru yang bersarang di tubuhnya? Okvianto mengaku tidak tahu.
"Enggak tahu (jumlahnya), pokoknya sudah pecah. Banyak (pecahan) peluru di dalam (tubuh)," tutur Okvianto yang tangannya masih dibalut perban ini.
Okvianto pulang buru-buru dan tidak ikut dalam jumpa pers bersama relawan lainnya. Hal ini dikarenakan Okvianto perlu istirahat untuk persiapan operasi besok pagi. (nvc/nrl)










































