Ibu Jefri Sempat Anggap Ancaman Penculik Tak Serius

Penculikan Bocah 9 Tahun

Ibu Jefri Sempat Anggap Ancaman Penculik Tak Serius

- detikNews
Selasa, 08 Jun 2010 15:26 WIB
Jakarta - Orang tua bocah korban penculikan dan pembunuhan, Jefri Ardiansyah (9), mengakui sempat enggan menuruti permintaan pelaku untuk memberikan uang tebusan. Orang tua Jefri menganggap ancaman pelaku melalui SMS tidak serius.

"Bukannya enggak punya uang, saya cuma pikir itu ancaman saja, masak anak saya mau dibunuh," ujar ibunda Jefri, Suryani (35), kepada wartawan di RSCM, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (8/6/2010).

Suryani menjelaskan, pelaku mulai mengirimkan SMS kepadanya sehari setelah Jefri hilang (31 Mei). Dalam SMS-nya si pelaku meminta uang tebusan Rp 35 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya juga sempet bales SMS itu dan minta waktu sedang diusahakan," tutur Suryani yang tampak tegar ini.

Dikatakan Suryani, SMS mulai dikirim pukul 12.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB, tanpa henti. Selain minta tebusan, kata Suryani, si pelaku juga sempat mengancam akan menculik anak Suryani yang satu lagi.

"Dia (pelaku) bilang anak ibu bukan cuma satu, kalau tidak diturutin saya ambil anak ibu yang satu lagi, kalau tetap tidak dituruti ancamannya mati," ucap Suryani mengutip bunyi SMS dari si pelaku.

Si pelaku meminta uang tebusan dikirim malam itu juga ke Terminal Serang. "Uang sudah disiapin sama polisi, tapi pas ditunggu sampai pagi enggak datang (pelakunya)," ungkapnya.

Kedua orang tua Jefri, Ujang Dayat dan Suryani, tiba di kamar jenazah RSCM sekitar pukul 13.45 WIB. Keduanya tampak didampingi 2 petugas Kepolisian. Ayah Jefri terus terdiam, sedangkan ibu Jefri lebih banyak bicara kepada wartawan.

Suryani kemudian mengatakan, dia dan suaminya akan segera ke RS Polri untuk tes DNA setelah selesai mengurus administrasi jenazah Jefri.

"Walau belum dites DNA, saya yakin 100 persen itu anak saya," tegasnya.

(nvc/nrl)


Berita Terkait