Jurnalis Veteran AS Pensiun Setelah Kontroversi Soal Israel

Jurnalis Veteran AS Pensiun Setelah Kontroversi Soal Israel

- detikNews
Selasa, 08 Jun 2010 14:18 WIB
Jurnalis Veteran AS Pensiun Setelah Kontroversi Soal Israel
Washington - Setelah 50 tahun lebih meliput Gedung Putih, jurnalis veteran AS Helen Thomas mengumumkan dirinya pensiun dari Hearst News Service, media tempat dirinya bekerja. Pengunduran diri Thomas ini terjadi menyusul komentarnya mengenai Israel belum lama ini.

Pengunduran diri wanita berumur 89 tahun itu diumumkan oleh Hearst News Service. "Helen Thomas mengumumkan pada Senin bahwa dia pensiun, berlaku efektif segera," demikian disampaikan Hearst News Service.

Hearst News Service menekankan, "keputusan Thomas diambil setelah komentar kontroversialnya mengenai Israel dan Palestina terekam dalam video dan tersebar luas di internet."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama karirnya, Thomas telah meliput semua presiden AS mulai dari John Kennedy hingga Barack Obama. Thomas merupakan reporter Gedung Putih yang paling lama berkarir. Sebelum bekerja di Hearst Corp sebagai penulis kolom surat kabar, Thomas telah bertahun-tahun bekerja di kantor media United Press International (UPI).

Pernyataan tentang Israel itu dilontarkan Thomas saat peringatan 'Jewish Heritage Celebration' di Gedung Putih pada 27 Mei lalu. Rekaman itu muncul pekan lalu di YouTube.

Dalam rekaman video itu, Thomas ditanyai oleh situs RabbiLive.com mengenai komentarnya terhadap Israel. "Bilang mereka untuk tinggalkan Palestina. Ingat orang-orang ini telah diduduki dan itu tanah mereka, bukan Jerman dan bukan Polandia," kata Thomas saat ditanyai komentarnya soal Israel.

Juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs menyebut komentar tersebut "ofensif dan tercela'. Thomas pun telah meminta maaf atas pernyataannya.

(ita/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini