"Tiga orang kami amankan. Sampai sekarang masih diinterogasi di Mapolres," kata Kapolda NTB Brigjen Polisi Arief Wahyunadi, di Mataram, Selasa (8/6/2010).
Informasi yang dihimpun, aksi amuk massa terjadi hingga Selasa dini hari tadi. Sejak pukul 22.00 Wita, Senin (7/6/2010), massa sudah mulai berkumpul di Kantor Bupati Bima Jl. Soekarno Hatta. Diperkirakan, massa adalah pendukung calon bupati yang meraih dukungan minim. Massa lalu bergerak ramai-ramai ke KPU setempat yang masih satu komplek dengan kantor Bupati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Entah siapa yang memberi komando, massa serentak membakar kantor Golkar Bima. Empat mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan, tak mampu menyelamatkan kantor itu dari amukan jago merah. Satu mobil Mitsubishi yang tengah parkir di kantor Golkar juga tak luput dari amuk massa.
Arief menampik kalau polisi kecolongan di Bima. Menurut dia, saat kejadian, polisi telah memberi tembakan peringatan. Namun tembakan tak digubris massa.
"Kejadiannya juga malam, jadi menyulitkan," kelit Arief.
Ia menyebutkan situasi Bima sejak tadi pagi sudah mulai kondusif. Fokus polisi saat ini adalah mencegah aksi rusuh terulang dan meluas. Pengamanan di Bima telah di-back up satu kompi Brimob yang khusus didatangkan dari Markas Brimob Kelapa Dua, Jakarta.
Dinihari tadi, empat orang juga ditangkap, namun mereka dilepaskan tadi pagi. Sementara tadi pagi, 3 orang ditangkap dan kini tengah diperiksa intensif.
Pilkada Bima diikuti empat pasangan calon. Sementara berdasarkan hitungan di KPU Bima, pasangan Ferry-Syafruddin yang diusung Golkar dan PAN masih unggul.
(djo/djo)











































