"PT 5 persen tidak membunuh partai kecil, justru merepotkan partai besar. Tren di Indonesia suara partai besar terus disedot partai kecil yang makin semangat karena diterapkan PT," kata Anis dalam acara Dialektika Demokrasi bertemakan 'Revisi UU Pemilu' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/6/2010).
Anis mencontohkan, sejumlah partai baru seperti Gerindra dan Hanura sudah memulai debutnya dengan baik yang langsung bisa lolos PT 2,5 persen. Kedua parpol ini juga telah menunjukkan sebagai parpol yang mampu mewarnai DPR dengan kadernya yang duduk di Parlemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anis yakin penerapan PT 5 persen akan mewujudkan demokrasi multipartai yang sederhana. Sehingga semua partai kelas menengah bisa membuat selisih suara yang sedikit.
"Partai kecil akan menggerogoti partai besar dan semua partai di Indonesia menjadi flat, semuanya menjadi partai tengah," papar Anis.
Dengan demikian, lanjut wakil ketua DPR ini, tidak akan ada lagi partai yang sangat kuat menopang pemerintahan. Setgab pun menjadi sangat penting di masa datang. "Akan ada pemerintahan koalisi sehingga Setgab akan selalu ada," tegasnya.
(van/yid)










































