Suasana di Jalan Pemda, Cibinong itu pun ramai dengan masyarakat. Di jalanan ada pegelaran Tari Jaipong dan Pencak Silat. Semua diiringi musik gendang yang semarak. Tarian gemulai dari para penari memainkan selendangnya, berkolaborasi dengan jurus-jurus mantap para pesilat.
Para penari dan pesilat ini datang dari Gunung Sindur, Kab Bogor. Tapi mereka tidak sendirian. Puluhan grup kesenian dari seluruh wilayah Kabupaten dan Kota Bogor berkumpul bersama di Jalan Pemda Bogor, Senin (7/6/2010) untuk meramaikan ulang tahun ke 528 Bogor. Rebana dan adu bedug menambah ramai suasana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perayaan ini dimulai sepanjang hari di Jl Pemda Bogor, sepanjang 2 km dari Jl Raya Bogor sampai Jl Sukahati yang sudah ditutup untuk kepentingan acara. Ada juga pameran hasil bumi dari berbagai wilayah Kota Bogor. 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor ikut berpartisipasi. Jalan Pemda ini memang sudah dikenal masyarakat sebagai tempat pasar kaget Minggu dan perayaan ini menambah kesemarakan di kawasan itu.
"Memang setiap tahun perayaan puncak hari jadi Bogor dipusatkan di sini. Ya ramai kayak gini, macet di mana-mana. Apalagi, sejak lima tahun lalu setiap minggu banyak pedagang musiman berjualan, tambah ramai lagi," kata Dodi, warga Kelurahan Nanggewer, Cibinong, yang ditemui bersama anak-anaknya menyaksikan sejumlah atraksi kesenian dan kebudayaan itu.
Bogor yang pada zaman kolonial Belanda dikenal dengan nama Buitenzorg, memiliki sejarah panjang. Pada masa Kerajaan Pajajaran, Bogor adalah ibukota dengan nama Pakuan. Pakuan menjadi pusat pemerintahan Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja Ratu yang dinobatkan pada 3 Juni 1482. Hari penobatannya ini diresmikan sebagai hari jadi Bogor pada tahun 1973 oleh DPRD Kabupaten dan Kota Bogor, dan diperingati setiap tahunnya hingga saat ini.
(zal/fay)











































