"Masa polisi takut dengan pribadi (Grup Bakrie)? Ini juga kesempatan bagi grup Bakrie untuk membuktikan itu benar atau tidak," ujar politisi senior PDIP, Pramono Anung kepada wartawan di Gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (8/6/2010).
Pramono mengatakan, ada kesan polisi terlihat kendor jika menghadapi Grup Bakrie. Padahal polisi harus berani.
Β
"Apa yang menjadi pengakuan Gayus. Seharusnya bisa menjadi tindakan awal, yang mendukung pengungkapan kasus ini nantinya. Saat ini polisi terlihat kendor menghadapi grup bakrie, seharusnya tidak boleh bgitu. Mereka tidak ada alasan untuk takut," jelas Pramono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau diselesaikan diam-diam, itu malah jelas tidak benar," sebut Pramono.
Β
Gayus mengakui dia pernah membantu PT Bumi Resources. Gayus menuturkan sekitar 2008, dia meminta bantuan Alif Kuncoro untuk membantu PT Bumi Resources Tbk, sehubungan dengan rencana banding yang akan diajukan PT Bumi Resources Tbk, atas dikenakannya PPh di tahun 2005, sehubungan pasal 25 UU Ketentuan Umum dan Perpajakan tahun 2000 sebesar Rp 100 miliar.
Order mengurus PT Bumi Resources ini diakui Gayus didapat dari Alif Kuncoro yang datang ke rumah dia pada awal 2008. "Saudara Alif menyerahkan data terkait PT Bumi Resources dan uang sejumlah US$ 1 juta, selanjutnya saya membuat permohonan banding atas nama PT Bumi Resources," terang Gayus.
Uang sebesar itu tidak dimakan Gayus seorang diri. Dia membaginya dengan panitera majelis hakim Pengadilan Pajak IH. Gayus menyerahkan uang US$ 500 ribu ke staf pengadilan itu.
(gun/fay)











































