Demikian diberitakan surat kabar Al Hayat seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (8/6/2010).
Departemen Luar Negeri (Deplu) AS mengkonfirmasi bahwa 12 warga negara AS sedang ditahan di Yaman. Namun juru bicara Deplu AS P.J. Crowley enggan menyebutkan alasan penahanan mereka atau apakah pemerintah AS terlibat dalam penahanan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bersama-sama, kami berbuat semampu kami untuk membantu Yaman... mengurangi ancaman yang dibawa Al Qaeda di Semenanjung Arab. Itu ancaman untuk Yaman. Itu ancaman untuk AS. Tapi di luar itu, saya tak akan bicara secara spesifik," imbuhnya.
Al Hayat menuliskan, selain warga AS, para warga asing yang ditahan tersebut adalah warga Inggris, Prancis dan Malaysia.
Menurut sumber-sumber keamanan Yaman, salah seorang yang ditangkap adalah seorang pria Prancis berumur 24 tahun yang pergi ke Yaman pada Oktober lalu dari Mesir untuk mempelajari bahasa Arab, meskipun pria itu telah fasih berbicara Arab.
Negara-negara Barat sekutu Yaman telah mendesak pemerintah Yaman untuk menggencarkan pemberantasan militan Al Qaeda setelah insiden percobaan peledakan bom di pesawat AS pada Desember 2009 lalu. Pelaku, seoang pria Nigeria yang pernah belajar bahasa Arab di Sanaa, Yaman.
(ita/nrl)











































