"Sebenarnya mereka, dokter-dokter Israel itu mau merawat, tapi saya tidak percaya," ujar Okvianto kepada wartawan di Pavilion Kartika Lantai 3, Kamar 105, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (8/6/2010).
Okvianto lantas menjelaskan alasan dirinya tak bisa mempercayai dokter-dokter Israel. Dikatakan dia, saat itu dia mengalami luka tembak di lengan kiri yang cukup parah, tapi Okvianto mengaku dirinya hanya diobati dengan alkohol dalam keadaan terborgol.
"Kenapa? Bayangkan, saya yang luka-luka masih harus diborgol. Saya juga hanya diobati dengan obat seperti alhokol, padahal luka saya sudah parah, bagaimana saya bisa percaya," tuturnya.
Okvianto pun memilih menunggu hingga dirinya dipindahkan ke luar Israel dan dirawat di luar Israel.
"Lebih baik saya begini dulu adanya, menunggu dari pemerintah untuk dipindah ke Turki dan dirawat di sana," jelas Okvianto.
Saat ini Okvianto telah kembali ke tanah air dan berkumpul kembali bersama istri dan anak perempuannya berusia 4 tahun bernama Alya. Hal itu menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Okvianto.
Okvianto yang hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit mengakui kondisinya sehat-sehat saja, meskipun lengannya masih digips. Okvianto bahkan mengatakan, dirinya akan menjalani operasi besar esok hari.
"Besok akan ada operasi. Operasi besar," tandasnya tanpa menjelaskan lebih lanjut operasi apa yang akan dijalaninya. (nvc/fay)











































