Menurut Clara Joewono, sekretaris Dewan Juri Maarif Award 2010, panitia telah menelusuri rekam jejak sejumlah kandidat yang sangat potensial di beberapa daerah dan hanya dua orang aktivis akar rumput yang dinilai dewan juri memenuhi kualifikasi utama sebagai penerima award.
“Dewan juri menemukan bahwa keyakinan beragama telah menjadi common denominator bagi masing-masing kandidat terpilih meskipun keduanya berasal dari latar belakang agama yang berbeda. Agama bagi kedua orang ini menjadi sumber inspirasi bahkan kekuatan perubahan sosial di tingkat akar rumput,” tutur Clara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pada kiprah kedua aktivis itu, kami melihat agama telah menjadi energi perubahan sosial yang nyata di akar rumput dengan komitmennya yang luar biasa terhadap penumbuhan kemandirian ekonomi rakyat dan pembelaannya terhadap hak lingkungan komunitas terpinggirkan”, ungkap Romo Ismartono.
Dihubungi terpisah, Syafii Maarif merasa terkesan dengan pergulatan sosial kedua sosok aktivis lokal pemenang award ini. “Satu berlatar belakang sosial habib (Muslim) dan satunya lagi seorang romo (Katolik), yang luar biasa adalah keduanya telah berhasil meruntuhkan keangkuhan elitisme bahkan eksklusivisme agama. Di tangan keduanya, kearifan pluralisme agama menjadi kekuatan pembebas kemanusiaan yang anti kompromi penindasan struktural,” jelasnya.
Dengan kehadiran sosok-sosok pejuang pluralisme-kemanusiaan di tingkat lokal semacam ini, Buya Syafii percaya bahwa sesungguhnya merekalah figur pemimpin yang mengakar dan mendengar jeritan rakyat. “Tanpa mereka-mereka ini, bangsa ini akan rapuh secara sosial bahkan politik karena apa yang mereka kerjakan betul-betul menyentuh urat saraf pendidikan kewargaan dan penguatan kesadaran masyarakat bawah,” pungkas mantan Ketua PP Muhammadiyah ini.
Direktur Eksekutif Maarif Institute Fajar Riza Ul Haq mengkonfirmasi bahwa kedua nama pemenang award itu akan segera diumumkan pada tanggal 10 Juni 2010. “Memang dewan juri telah memutuskan dua nama namun kami baru akan mengumumkannya secara resmi pada acara Malam Penganugerahan Maarif Award 2010 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Kami mengundang masyarakat untuk dapat hadir pada kesempatan tersebut," imbuh Fajar.
(mad/nrl)











































