Acara tersebut akan digelar pada 15-17 Juni 2010. Pembukaan festival dilakukan akan dilakukan langsung oleh Menteri Agama Suryadharma Ali di Pendapi Gedhe Balaikota Surakarta, sedangkan seluruh acara festival hingga penutupan akan digelar di komplek Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
"Sebelum pembukaan akan dilakukan karnaval yang diikuti seluruh peserta festival maupun penampil khusus non-festival. Masing-masing akan mempertunjukkan khasana budaya khas daerah masing-masing. Rute yang ditempuh dari Lapangan Kotabarat hingga Balaikota menempuh jarak sekitar 4 km," ujar ketua umum panitia, Sunarto, kepada wartawan di Solo, Senin (7/6/2010).
Acara tersebut akan diikuti oleh sepuluh kontingan dari sepuluh daerah di tanah air. Sedangkan khusus daerah Bali, tidak diikutkan sebagai peserta festival melainkan hanya menjadi penampil khusus atau penampil eksebisi.
"Selain itu pada pembukaan acara juga akan ditampilkan tari-tarian khas berbagai daerah. Selain penampilan kesenian Bali yang selama ini sudah dikena luas sebagai daerah mayoritas Hindu, juga akan ditampilkan kesenian dari Dayak Kaharingan yang merupakan warga Hindu di Kalimantan," ujar Sunarto.
Lebih lanjut, Sunarto, mengatakan festival tersebut baru pertama kali digelar. Selanjutnya direncanakan akan digelar tiga tahun sekali secara berpindah-pindah. Diharapkan dengan festival tersebut, komunikasi umat Hindu di tanah air akan semakin erat dan saling mengetahui kondisi di masing-masing daerah.
Sementara itu, ketua seksi festival I Nyoman Sukerna, mengatakan sejumlah seniman senior dari ISI Denpasar dan ISI Surakarta. Selain itu para juri juga diambil dari para pinandita.
Sedangkan jumlah peserta festival berjumlah 501 orang dari Lampung, Sumsel, DIY, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Banten, Bali, NTB. Jenis kesenian yang dilombakab meliputi gegitaan (nyanyian dari kitab suci), tari Rejang, tari Baris Gede, dan tari Sidakarya.
(mbr/djo)











































