"Kasusnya baru kali ini. Artinya itu sangat jarang terjadi. Hanya orang gila yang melakukan itu. Menurut saya, dia itu gila dan sangat kebangetan. Masa di tempat umum melakukan hal-hal yang kayak gitu. Itu nekat," kata Gunardjo kepada detikcom, Senin (7/6/2010).
Dikatakan dia, usulan memisahkan penumpang laki-laki dan perempuan saat ini sulit diterapkan.
"Karena kalau itu diterapkan nanti golongan-golongan yang lain juga minta. Anak sekolah minta busway sendiri, ibu hamil, orangtua," ujar Gunardjo.
Saat ini, menurut dia, pihaknya baru menerapkan bagi ibu hamil dan lansia agar diutamakan mendapat tempat duduk.
(aan/nrl)











































