"Iya jadi ingat itu. Padahal sudah lama," cerita Dian kepada detikcom, Senin (7/6/2010).
Dian menceritakan saat itu, dirinya dan seorang teman kakaknya berniat pergi ke Pasar Baru. Dian pun berangkat naik bus jurusan Depok-Pasar Baru. Sekitar kurang lebih 10 menit lagi tiba di Pasar Baru, penumpang bus tinggal 3 orang yakni Dian dan teman kakaknya serta seorang ibu yang duduk di belakang sopir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dian mengatakan, teman kakaknya duduk di kursi sebelah pintu masuk. Sedangkan dirinya duduk di kursi nomor dua belakang sopir. Tiba-tiba saja Dian merasa ada kaki seseorang yang mengenai belakang bokongnya. Dian pun mengganti posisi duduknya. Tapi Dian merasa masih saja terganjal kaki seseorang.
"Tapi pas lihat ada barangnya tuh orang yang masuk di sela jok bus terus ngeluarin cairannya di jok adek (Dian)," katanya.
Spontan melihat itu, Dian pun berteriak mengejar dan melempar tasnya ke ABG yang tampak berdandan rapi itu. Namun si ABG tuh kadung lari secepat kuda keluar dari bus.
Melihat dan mendengar teriakan Dian itu, kernet, teman kakak Dian, dan seorang ibu penumpang lainnya pun kaget. Mereka menduga Dian kena jambret. Namun saat melihat di jok bekas Dian duduk tadi sudah ada sperma laki-laki tersebut berceceran.
"Saya nangis. Celana saya kena sedikit cairan itu cowok. Rasanya pengen saya bakar saja celananya. Akhirnya beli di Pasar Baru yang baru," jelas Dian.
Pasca kejadian tersebut, Dian pun lebih waspada saat menaiki kendaraan umum. Meski tidak trauma, Dian sudah menyiapkan semprotan parfum untuk pelaku-pelaku jahil seperti ABG tersebut.
"Kalau trauma sih nggak. Sekarang bawa spray buat mata itu. Apa itu parfum bisa buat jaga-jaga aja. Malah ada gas semprotan mata yang dibawa suami itu," ungkapnya.
(gus/mad)










































