"Sebenarnya laporannya nggak terlalu sering. Sebelum kejadian yang kemarin, seminggu yang lalu ada juga," ujar Nurdin, supervisor bus TransJ di Shelter Harmoni, Jakarta (7/6/2010).
Menurut Nurdin, saat lagi antre, ada perempuan dipepet-pepet. Awalnya korban tidak sadar, tapi ketika korban membalikkan badan karena terlalu dipepet, alangkah kagetnya korban dengan tingkah pelaku.
"Mohon maaf, cowoknya itu sampai mengeluarkan miliknya," cerita Nurdin.
Korban lalu teriak karena menjadi korban dalam pelecehan seksual itu. Plaak! Korban kemudian langsung melepaskan tamparan ke muka pelaku berkali-kali.
"Kita tanya ke korbannya maunya apa? Tapi korban bilang sudah puas nampar-namparin, makanya kita nggak proses ke polisi. Tapi sebaiknya biar jera dilaporkan ke polisi," kata Nurdin.
Sementara tindakan TransJ, menurut Nurdin, meminta surat pernyataan dari pelaku agar tidak mengulangi perbuatan tidak senonohnya lagi.
"Sebenarnya kalau dari kita ada gerak-gerik itu kita pisahkan orang yang kita curigai dengan yang kita lihat bakal jadi target," imbuhnya.
(nik/nik)










































