"Rabu besok kita akan rapat koordinasi dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan. Seminggu setelah itu, kemungkinan kita sudah melakukan aksi (penertiban preman-preman)," ujar Effendi saat dihubungi wartawan, Senin (7/6/2010).
Menurut Effendi, penertiban terhadap preman inu sudah harus dilakukan. Karena saat ini masyarakat sudah semakin resah dengan adanya perilaku preman-preman.
"Modusnya mulai ada yang ngamen tapi maksa minta uangnya. Ada juga yang ngaku-ngaku habis dari penjara, terus minta duit ke penumpang. Kalau dikasih Rp 500, duitnya dilempar. Ini sudah sangat meresahkan," jelasnya.
Effendi mengaku, jika targetnya menertibkan preman di Ibukota khususnya dalam angkutan umum akan dilakukan dalam dua bulan. "Target kita dua minggu, tapi pekan depan kita sudah mulai beraksi," kata Effendi.
(nik/nrl)











































