"Dua relawan kita dari Sahabat Al Aqsha, Dzikrullah dan Santi, masih menunggu Surya sampai sembuh. Jika (Surya) memungkinkan pulang ke Jakarta, baru mereka ikut pulang," kata Pimpinan Redaksi Hidayatullah, Mahladi, kepada detikcom, Senin (7/6/2010).
Mahladi mengatakan, berdasarkan pemeriksaan relawan MER-C, dr Arief, kondisi Surya pulih dalam waktu 2-3 minggu ke depan. Namun melihat semangat kejiwaan Surya, bisa jadi dalam seminggu Surya sudah bisa pulang ke Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidayatullah sudah berkomunikasi dengan pihak KBRI Amman, Yordania, mengenai dua relawan mereka yang tidak ikut pulang ke Indonesia hari ini. KBRI menyetujui permintaan mereka.
"Karena kami berangkatkanya 3 orang, jadi mereka sepakat mau pulang bersama juga," imbuhnya.
Setelah pulang ke Indonesia, Surya tetap akan menjalani perawatan untuk pemulihan luka tembak yang dialaminya. Pihaknya akan menyiapkan rehabilitasi hingga Surya sembuh total.
"Makanya kita meminta Surya tak cepat pulang biar di sana pulih dulu. Pulang ke sini rehabilitasi dan kita upayakan sembuh total," jelasnya.
Surya terkena tembakan di dadanya oleh pasukan Israel yang menyerang kapal Mavi Marmara, seminggu lalu. Pasca insiden itu, Surya dirawat di rumah sakit di Israel. Sedangkan 10 rekannya yang lain sudah dideportasi ke Amman. Setelah dioperasi di Israel, Surya baru dideportasi ke Amman.
(gus/nrl)










































