"Ada kelompok Wajib Pajak, pejabat Pajak, ada pengadilan Pajak, dan perantara. Panggil saja satu-satu, kalau ada penyangkalan konfrontir. Jangan dibuat terlalu rumit dan ini tidak ada kaitan dengan Golkar. Murni penegakan hukum, pihak Polri tentu bertindak profesional," kata anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Mas Achmad Santosa, Senin (7/6/2010).
Pria yang akrab disapa Ota ini menjelaskan, dalam pertemuan di Singapura pada awal April lalu, Gayus mengungkapkan soal bantuan yang diberikan kepada Grup Bakrie terkait pajak.
"Dia memberikan informasi itu, tapi kami tidak terlalu interested. Kami saat itu sibuk membujuk dia untuk membawa kembali Gayus ke Jakarta," kisah Ota.
Saat itu Satgas berpesan kepada Gayus agar nanti menyampaikan secara jujur, apa adanya, dalam penyidikan. "Tentu dengan ada informasi itu, kewajiban dari tim penyidik mendalami ini. Ini murni penegakan hukum, jangan dipolitisasi. Kalau ada informasi, pihak-pihak yang disebut harus ditindaklanjuti," desaknya.
Terkait nama Grup Bakrie dalam kasus ini, Aburizal Bakrie menolak namanya diidentikkan dengan sejumlah perusahaan yang disebut-sebut dengan Gayus Tambunan. Dia juga menegaskan perusahaan yang diduga pajaknya diurus Gayus, yakni BUMI, KPC, dan Arutmin, bukanlah milik dirinya.
"Saya ralat, 3 perusahaan milik masyarakat. 3 Perusahaan yang dimiliki masyarakat luas, itu yang ingin saya koreksi," ujarnya kepada wartawan usai membuka acara Rakornas Golkar di Hotel Ritz Carlton, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (5/6/2010).
Senior Vice President Investor Relations PT Bumi Resources, Dileep Srivastava, juga membantah perusahaannya bermasalah terkait pajak. Dia menegaskan bahwa perusahaannya bersih.
Selain Grup Bakrie, empat perusahaan lainnya yang sudah dan akan diperiksa yakni PT Indocement, PT Surya Alam Tunggal Sidoarjo, PT Dowell Anadrill Schlumberger, dan PT Exelcomindo atau kini bernama XL Axiata.
Saat dikonfirmasi, Indocement mengaku telah menjalankan pajak sesuai prosedur. Perusahaan semen ini pun siap diperiksa Polri. Sedangkan XL mengaku tidak pernah berurusan dengan Gayus.
(ndr/nrl)











































