Namun usulan ini ditentang oleh aktivis perempuan Rieke Diah Pitaloka atau yang akrab dipanggil Oneng.
"Perjuangan perempuan bukan untuk memisahkan perempuan dengan laki-laki, tapi justru membangun kehidupan yang saling menghargai satu sama lain," kata Oneng usai menghadiri 'Peringatan Hari Kelahiran Soekarno' di Newsseum Cafe Jalan Veteran 1 No 28 Jakarta Pusat, Minggu (6/6/2010) malam.
Oneng menjelaskan, di negara hukum kedudukan hukum antara pria dan wanita sama saja. "Cukup ditindak, pelakunya diberi sanksi sesuai norma yang ada. perempuan juga bagian dari bangsa ini, sehingga jangan dipisahkan seperti itu," cetus Oneng.
Yang harus dilakukan, imbuh politisi PDIP, ini adalah membangun kesadaran seluruh warga bahwa perempuan dan laki-laki itu sama kedudukannya. "Selama ini perempuan dianggap sebagai warga kelas dua sehingga boleh dilecehkan," ujarnya.
Bahkan, lanjutnya, acap kali pelecehan terjadi di ruang publik, dan parahnya lagi hal itu dianggap wajar. "Padahal itu tidak wajar. Hal-hal seperti itu yg harus diperbaiki," imbuh anggota DPR ini.
(anw/nrl)











































