Prancis dan Inggris Upayakan Penyelidikan Internasional untuk Israel

Prancis dan Inggris Upayakan Penyelidikan Internasional untuk Israel

- detikNews
Senin, 07 Jun 2010 06:17 WIB
Prancis dan Inggris Upayakan Penyelidikan Internasional untuk Israel
Paris - Menteri Luar Negeri Prancis dan Inggris mendesak dunia internasional untuk melakukan penyelidikan atas serangan militer Israel terhadap kapal kemanusiaan di Jalur Gaza. Perbuatan yang dilakukan oleh Israel ini dianggap sudah tidak bisa ditolerir lagi.

"Kami kira sangat penting jika ada suatu investigasi yang kredibel dan transparan oleh dunia internasional untuk melakukan penyelidikan," kata Menteri Luar Negeri Inggris William Hague dalam sebuah konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Prancis Bernard Kouchner di Paris, seperti dilansir AFP, Senin (7/6/2010).

Sementara itu Menteri Luar Negeri Prancis Bernard Kouchner menambahkan, penyelidikan internasional diperlukan karena beberapa negara telah menjadi korban dalam peristiwa itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami akan sangat bersedia untuk melakukannya," kata Kouchner.

Sementara Hague juga mengungkapkan kemungkinan Uni Eropa bisa membantu Palestina seperti yang telah dilakukan di masa lalu dengan memastikan bahwa aliran bantuan yang diperlukan warga Palestina bisa mencapai Jalur Gaza.

Israel pada hari Minggu (6/7/2010) menolak adanya penyelidikan internasional untuk melakukan atas serangan 31 Mei yang telah menewaskan sembilan orang Turki.

Duta Besar Israel untuk Washington Michael Oren mengatakan pada televisi AS bahwa negaranya menolak adanya gagasan pembentukan komisi internasional.

"Israel adalah negara demokrasi. Israel memiliki kemampuan dan hak untuk menyelidiki sendiri, tidak untuk diselidiki oleh dewan internasional," katanya kepada Fox News Sunday.

Presiden Perancis Nicolas Sarkozy lewat telepon mengajukan keberatan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas sikap Israel. Sarkozy meminta Israel menerima penyelidikan internasional yang kredibel dan tidak memihak atas serangan yang mematikan itu.

(anw/did)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini