"Bus TransJ ada banyak tapi yang beroperasi tidak semuanya sehingga terjadi penumpukan penumpang. Akibatnya pelecehan seksual rentan terjadi," tutur Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Azas Tigor Naenggolan saat dihubungi detikcom, Minggu (6/6/2010).
DTKJ sangat menyayangkan pelecehan di bus TransJ yang menimpa penumpang perempuan bernama Foni, Sabtu (5/6/2010).Β "Pelecehan kemarin kita sayangkan. Sekaligus ini bukti bahwa pelayanan yang diberikan oleh pengelola TransJ tidak lagi aman dan nyaman bagi masyarakat," ujar Tigor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti di Monas banyak bus TransJ diparkir. Katanya untuk mengurangi subsidi tapi masyarakat malah jadi korban," sesalnya.
Insiden yang menimpa Foni terjadi di koridor I yaitu Blok M-Kota. Meski sempat mampir ke Polres Jaksel, Foni ternyata enggan membuat laporan terhadap Anton, pria yang dituduhnya telah menggerayanginya. Anton akhirnya hanya disuruh polisi membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan serupa.
(dip/nrl)










































