Agar Pencabulan Tak Terulang, Kepadatan Penumpang Bus TransJ Harus Dikurangi

Agar Pencabulan Tak Terulang, Kepadatan Penumpang Bus TransJ Harus Dikurangi

- detikNews
Minggu, 06 Jun 2010 12:36 WIB
Agar Pencabulan Tak Terulang, Kepadatan Penumpang Bus TransJ Harus Dikurangi
Jakarta - Pelecehan seksual yang terjadi di bus TransJ terjadi karena bus terlalu padat penumpang. Seharusnya armada bus dioperasikan semua untuk mencegah hal serupa terulang.

"Bus TransJ ada banyak tapi yang beroperasi tidak semuanya sehingga terjadi penumpukan penumpang. Akibatnya pelecehan seksual rentan terjadi," tutur Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Azas Tigor Naenggolan saat dihubungi detikcom, Minggu (6/6/2010).

DTKJ sangat menyayangkan pelecehan di bus TransJ yang menimpa penumpang perempuan bernama Foni, Sabtu (5/6/2010).Β  "Pelecehan kemarin kita sayangkan. Sekaligus ini bukti bahwa pelayanan yang diberikan oleh pengelola TransJ tidak lagi aman dan nyaman bagi masyarakat," ujar Tigor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, tidak beroperasinya sebagian bus bertujuan untuk mengurangi subsidi pemerintah yang digelontorkan operator pada pengelola TransJ.

"Seperti di Monas banyak bus TransJ diparkir. Katanya untuk mengurangi subsidi tapi masyarakat malah jadi korban," sesalnya.

Insiden yang menimpa Foni terjadi di koridor I yaitu Blok M-Kota. Meski sempat mampir ke Polres Jaksel, Foni ternyata enggan membuat laporan terhadap Anton, pria yang dituduhnya telah menggerayanginya. Anton akhirnya hanya disuruh polisi membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan serupa.
(dip/nrl)


Berita Terkait