"Kita kehilangan pendapatan tol selama satu shift sekitar Rp 200 juta," ungkap Direktur Operasi Jasa Marga, Adityawarman dalam perbincangannya dengan detikcom di Jakarta, Minggu (6/6/2010).
Ia menambahkan, kerugian ini terjadi akibat penutupan ruas jalan Pondok Ranji dan Bintaro mulai pukul 09.00 hingga 18.00. Pasalnya dengan intersitas curah hujan yang tinggi, khususnya di wilayah selatan dan barat Jakarta, menyebabkan badan jalan tergenang hingga 150 cm.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar pukul 18.10 (5/6/2010) pun petugas sudah memperbolehkan mobil-mobil untuk melewati jalur, karena genangan air di Tol Bintaro kini sudah mulai surut.
"Gorong-gorong yang ada juga sebenarnya hanya untuk mengatisipasi aliran air yang ada di badan jalan. Bukan dari air dari luar. Kita sudah punya satu gorong-gorong dengan diamater 1,2 m," tegas Adityawarman.
BUMN jalan tol ini pun siap menambah satu jalur gorong-gorong baru, untuk mengantisipasi genangan air yang kelak memenuhi jalan. " Ini masih dalam kajian, kalau dirasa perlu kita akan tambah satu lagi dengan diameter yang sama. Besok tim akan pelajari profilnya. Paling minggu depan sudah mulai dikerjakan," ungkapnya.
Lanjutnya, perseroan juga menilai masuknya air ke badan jalan akibat berkurangnya daerah resapan di wilayah sekitar akibat pembangunan.
(wep/ang)











































