Demikian diberitakan oleh koran Britain's Guardian dan dilansir Reuters, Sabtu (5/6/2010).
Otopsi dilakukan oleh Dewan Kedokteran Forensik Turki pada Jumat (4/6) waktu setempat. Wakil Ketua Dewan Kedokteran Forensik Turki, Yalcin Buyuk, mengatakan hasil otopsi menunjukkan sebagian besar aktivis ditembak dari jarak dekat dengan peluru 9 milimeter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dua pria lainnya ditembak 4 kali. Lalu 5 korban tewas lainnya ditembak di belakang kepala dan punggung. Yalcin mengatakan, ada 48 korban lainnya yang juga menderita luka tembak, sedangkan 6 aktivis masih dinyatakan hilang.
Kapal Mavi Marmara membawa sekitar 700 relawan dari banyak negara. Sedikitnya 19 orang dinyatakan tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam insiden berdarah ini.
(nvc/gah)











































