"Kalau mukulin anaknya dia selalu menutup pintu. Dia selalu memukul anaknya setiap magrib," ujar salah seorang tetangga Yani, Yatminah (35) di Jalan Baru Kampung Kebon Bayem X BMW RT 010/008, Papanggo Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (4/6/2010).
Yatminah menceritakan, Yani menitipkan Fery sekitar pukul 07.00 WIB pagi tadi. Saat digendong, tangan Fery langsung lemah seperti tidak mempunyai tulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat kejadian tersebut, Yatminah langsung meunjukkan tangan dan kaki Fery yang telah patah kepada warga sekitar.
"Kedua tangan Feri sudah berputar, seperti pernah dipelintir. Akhirnya warga langsung memutuskan untuk ke rumah sakit," katanya.
Selama ini, Yani diketahui tidak mempunyai pekerjaan dan tidak mengetahui siapa suami Yani. "Sepertinya dia tak punya suami, dan juga tak punya pekerjaan," paparnya
Meski begitu, para tetangga belum pernah melihat secara langsung Yani menyiksa anaknya.
"Kita enggak tau apakah dibanting atau dipukul, kita enggak pernah lihat. Yang jelas kedua anaknya menjerit-jeritan dan terdengar juga suara pukulan," tandasnya.
(fiq/mad)











































