Perangi Al Qaeda, Pasukan Operasi Khusus AS Ditempatkan di 70 Negara

Perangi Al Qaeda, Pasukan Operasi Khusus AS Ditempatkan di 70 Negara

- detikNews
Jumat, 04 Jun 2010 17:07 WIB
Perangi Al Qaeda, Pasukan Operasi Khusus AS Ditempatkan di 70 Negara
Washington - Pemerintahan Barack Obama secara signifikan telah memperluas pengerahan pasukan Operasi Khusus militer AS di seluruh dunia untuk memerangi Al Qaeda dan kelompok lainnya.

Unit-unit Operasi Khusus AS saat ini ditempatkan di 75 negara. Demikian disampaikan pejabat-pejabat senior militer AS yang minta dirahasiakan identitasnya seperti diberitakan Washington Post dan dilansir kantor berita Reuters, Jumat (4/6/2010).

Penempatan unit Pasukan Khusus AS di 75 negara itu meningkat tajam jika dibandingkan awal tahun 2009 lalu yang hanya sekitar 60 negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak disebutkan nama-nama negara tersebut. Washington Post hanya menuliskan, selain unit-unit Pasukan Khusus yang telah bertahun-tahun ditempatkan di Filipina dan Colombia, tim-tim Operasi Khusus AS juga beroperasi di Yaman. Begitu pula di Timur Tengah, Afrika dan Asia Tengah.

Unit-unit tersebut ditempatkan sebagai senjata kontraterorisme garis depan bagi AS setelah serangan teroris 11 September 2001 di AS. Namun Obama telah menjadikan pasukan Operasi Khusus tersebut sebagai bagian yang jauh lebih terintegrasi dalam strategi keamanan globalnya.

Sebagai bukti, Obama telah meminta Kongres untuk menyetujui tambahan 5,7 persen dalam anggaran Operasi Khusus untuk tahun fiskal 2011 sehingga menjadi total US$ 6,3 miliar.

Sejumlah pejabat militer AS bulan lalu mengungkapkan, pejabat senior militer AS Jenderal David Petraeus mengeluarkan perintah rahasia yang memungkinkan peningkatan operasi diam-diam di berbagai penjuru Timur Tengah dan Afrika. Petraeus mengepalai Central Command militer AS yang mengawasi operasi militer AS di wilayah itu.

Perintah Petraeus itu memberi wewenang pada unit-unit Operasi Khusus AS untuk bekerja sama dengan pasukan lokal untuk menghadapi ancaman Al Qaeda dan ancaman terorisme lainnya.
(ita/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini