Kapolda Metro Jaya Sangkal Terlambat Kirim Anggota

Tragedi Priok Berdarah

Kapolda Metro Jaya Sangkal Terlambat Kirim Anggota

- detikNews
Jumat, 04 Jun 2010 14:47 WIB
Kapolda Metro Jaya Sangkal Terlambat Kirim Anggota
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Wahyono menyangkal adanya keterlambatan pengiriman anggotanya dalam mengamankan kerusuhan di Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara April 2010 lalu. Kapolda mengatakan, anggotanya justru tiba sebelum bentrokan terjadi.

"Malam hari kita terjunkan 4 Satuan Setara Kompi (SSK) sebelum penertiban dilakukan, keesokan paginya dan sampai sore hari. Jadi apanya yang terlambat?" kata Wahyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (4/6/2010).

Bahkan menurutnya, satu bulan sebelum rencana penertiban yang akan dilakukan oleh Pemkot Jakarta Utara, pihaknya mengirimkan intelijen. "Intelijen sebagai bahan masukan, keterangan-keterangan. Bukan intelijen orang ya. Bahkan sampai rapat-rapat perencanaan," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolda menjelaskan, dalam melakukan pengamanan Koja, pihaknya telah melakukan sesuai prosedur tetap. Proses pengiriman bantuan itu terjadi setelah Gubernur DKI Fauzi Bowo memberikan instruksi penertiban di sekitar makam Mbah Priok ke Pemkot Jakut.

"Pada waktu itu Pemkot itu mendapat instruksi gubernur yang bunyinya diinstruksikan ke Walikota Jakut dan Satpol PP untuk melakukan penertiban. Malam harinya, kita terjunkan bantuan pengamanan," jelasnya.

Sementara itu, terkait penyidikan terhadap bentrokan yang mengakibatkan 3 orang meninggal dunia dan puluhan orang lainnya luka-luka, pihaknya masih terus melakukan penyidikan.

Dari 6 rekomendasi yang dikeluarkan oleh Tim Pencari Fakta (TPF) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Kapolda mengklaim telah menjalankan rekomendasi tersebut. Rekomendasi yang diserukan bagi Kepolisian yakni 'Polda Metro Jaya harus menuntaskan perkara kerusuhan tersebut dan mendorong agar proses hukum berjalan'.

"Saya kira salah satu poinnya tetap akan melakukan penyelidikan dan tindak lanjut. Kita masih lakukan penyelidikan terus," ungkapnya.

Namun, hingga kini, Polda Metro sendiri belum menetapkan tersangka. Terkait apakah kemungkinan Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiono untuk diperiksa, Kapolda menyatakan "Belum tahu,".

Dalam bentrokan warga dan petugas Satpol PP di Tanjung Priok, 4 April lalu, sedikitnya 3 orang tewas. Ketiganya berasal dari anggota Satpol PP.

(mei/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini