"Kesejahteraan wartawan harus dapat diperhatikan serius," kata Tifatul saat memberi sambutan dalam acara syukuran ulang tahun Harian Jurnal Nasional ke-4 di Kantor Jurnas, Jl Pemuda, Jakarta Timur, Kamis (3/6/2010).
Dia juga berharap media makin berimbang dalam memberitakan sebuah berita. Meski kebebasan pers adalah sebuah keharusan, Tifatul berharap agar media bekerja sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan ini, dirinya juga menekankan tidak akan ada pembredelan terhadap media. Namun media diharapkan untuk menyensor diri agar tidak memberitakan hal-hal yang berbau fitnah yang bisa membuat suasana menajdi keruh.
"Tidak ada pembredelan media. Yang ada adalah self sensoring," ujarnya.
Sementara itu Presiden SBY menyatakan, kebebasan pers adalah keharusan. Namun kebebasan tidak harus berlebihan.
โKebebasan pers merupakan suatu keharusan. Namun kebebasan absolut membuat tirani dan kebebasan pers yang berlebihan,โ kata SBY dalam sambutannya.
Dia menambahkan, dunia pers nasional maupun global saat ini mengalami percepatan yang luar biasa. Menghadapi fenomena tersebut, pers nasional harus tetap kritis disertai tanggung jawab dalam membangun karakter bangsa. Salah satu upaya yang bisa dilakukan media nasional menurut SBY, adalah menghindari penyampaian berita yang bersifat sadis dan brutal. (anw/nwk)











































